Breaking News
21:18
Advertisement

Dasco Tegaskan Persatuan Tak Cukup Jadi Slogan, DPR Siapkan Empat RUU Strategis

IMG 20261028 WA0048
Bagikan
Lihat Tersimpan

JAKARTA,faktanalar  — Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menegaskan bahwa semangat persatuan dalam Sumpah Pemuda tidak boleh berhenti sebagai slogan, tetapi harus diwujudkan melalui kebijakan negara yang tepat, cepat, dan adil.

Pesan tersebut disampaikan Dasco dalam pidato peringatan 98 Tahun Sumpah Pemuda di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (28/10/2026).

Dasco menilai semangat persatuan yang dicetuskan para pemuda pada 1928 tetap relevan di tengah ketidakpastian geopolitik dan geoekonomi global. Menurutnya, konflik internasional dapat berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat Indonesia, mulai dari harga energi, biaya transportasi, rantai pasok hingga inflasi.

Ia juga menyoroti berbagai tantangan lain, seperti kejahatan lintas negara, disinformasi, ancaman siber, kebakaran hutan dan lahan, banjir, serta cuaca ekstrem yang berkaitan dengan keselamatan masyarakat dan ketahanan nasional.

Dalam pidatonya, Dasco mengingatkan bahwa persatuan harus tercermin dalam kemampuan negara mengambil keputusan yang berpihak pada kepentingan rakyat.

“Kritik tidak perlu dibalas dengan ketersinggungan; kritik perlu dijawab dengan kerja yang dapat diuji,” demikian pesan yang disampaikan Dasco terkait pentingnya evaluasi dan perbaikan tata kelola negara.

Di bidang legislasi, Dasco memaparkan agenda DPR RI bersama pemerintah. Pada Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027, DPR dan pemerintah telah menyetujui tiga undang-undang terkait reforma agraria, pelindungan ketenagakerjaan, dan Satu Data Indonesia.

Sementara itu, empat rancangan undang-undang menjadi agenda yang akan dibahas pada Masa Persidangan II, yakni RUU Keamanan dan Ketahanan Siber, RUU Masyarakat Adat, RUU Administrasi Kependudukan, serta RUU Perampasan Aset.

Khusus mengenai RUU Perampasan Aset, Dasco menekankan pentingnya kepastian hukum, pengawasan pengadilan, serta perlindungan terhadap pihak ketiga yang beritikad baik. Menurutnya, upaya memperkuat penegakan hukum tidak boleh berubah menjadi tindakan sewenang-wenang.

Dasco juga mengajak seluruh partai politik dan fraksi di parlemen untuk menempatkan kepentingan bangsa di atas perbedaan kelompok. Ia menegaskan bahwa kecintaan terhadap tanah air harus diwujudkan melalui keberanian memperbaiki kekurangan, bukan menutup mata terhadap persoalan.

Bagi generasi muda, Dasco berpesan agar tetap berani, terbuka terhadap perubahan, serta menjaga persatuan tanpa kehilangan kemampuan berpikir kritis.

Pidato tersebut menegaskan pesan bahwa semangat Sumpah Pemuda perlu diterjemahkan menjadi kerja nyata. Tantangan berikutnya adalah memastikan komitmen persatuan, agenda legislasi, dan fungsi pengawasan DPR benar-benar menghasilkan kebijakan yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Penulis

admin@faktanalar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *